![]() |
punden berundak |
![]() |
situs batu kandang (batu mayat), |
![]() |
punden berundak terbesar |
![]() |
punden berundak yang paling besar di antara punden yang lain |
![]() |
mata air yang merupakan bagian dari situs, berupa sumber mata air. konon sumber mata air ini dapat menyembuhkan penyakit dan menjadi awet muda |
![]() |
kolam pemandian mata air suci |
Taman purbakala ini, merupakan peninggalan jaman nenek moyang
berasal dari dua tradisi, yakni Megalitik dan Klasik. Tradisi megalitik
merupakan jenis kebudayaan zaman prasejarah, di mana para nenek moyang,
belum mengenal tulisan. Sebagai ciri-ciri alat kehidupan saat itu, masih
terbuat dari bebatuan besar. Antara lain seperti batu tegak atau
disebut (menhir), meja batu (dolmen) kuburan batu dan keranda batu.
Sedangkan tradisi klasik, berlangsung
setelah para nenek moyang kita, mendapat pengaruh kebudayaan Agama Hindu
dan Budha, pada abad ke Enam sampai abad ke Lima Belas Masehi.Awal
mulanya,kompleks Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan daerah yang
dianggap sangat angker oleh sebagian masyarakat setempat. Sebab setelah
ratusan tahun, daerah ini, tidak di huni manusia, sehingga menjadi
kawasan hutan belantara dengan berbagai pohon besar yang tumbuh liar
memberi kesan seram.Pada tahun 1954, para transmigran asal pulau Jawa,
membuka hutan. Mereka menemukan gundukan tanah bersusun batu besar.
Susunan tersebut, berbentuk bujur sangkar dan batu arca yang di beri
nama Putri Badriah atau lebih dikenal dengan patung Budha.
Setelah di lakukan survei dan penelitian oleh ahli benda bersejarah
pada tahun 1968, akhirnya Pemerintah Pusat dan Daerah melakukan
pemugaran awal pada tahun 1977. Sedangkan pemugaran kedua tahun 1984,
berhasil menyusun kembali peninggalan bersejarah tersebut ke posisi
semula.
Adapun peninggalan bersejarah yang bernilai situs budaya antara lain, situs benteng dua buah yang terdiri gundukan tanah berbentuk memanjang dengan tinggi mencapai 3,5 meter dan panjang 1.200 meter. Sementara bagian luar benteng, terdapat parit atau sungai dengan kedalaman mencapai 3 sampai 5 meter.
Menurut hasil penelitian sejarah, benteng tersebut, merupakan tempat pertahanan dari serangan binatang buas dan suku lain. Selain itu, juga terdapat 13 punden kecil dan besar, terbuat dari gundukan tanah. Punden-punden ini, berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap arwah para nenek moyang terdahulu.
Pada situs batu, terdapat situs batu kandang (batu mayat), batu bertakuk (batu berlubang) batu lumpang, batu bergores dan kolam pemandian umum.
Konon menurut cerita yang beredar di masyarakat, air dari sumber kolam pemandian di percaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan menjadi awet muda.
Sebab sumber air bersih ini, sepanjang tahun tidak pernah kering, meski musim kemarau sekalipun. Di dalam kolam pemandian, terdapat batu dan gua bersejarah sepanjang puluhan kilometer tembus hingga danau wayjepara.namun sayangnya gua tersebut, tidak dapat di lihat dengan kasat mata manusia biasa.
Situs taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan aset budaya dan sejarah yang mendatangkan sumber pendapatan asli daerah yang tak kalah menarik dengan Propinsi lain di luar Lampung.
Adapun peninggalan bersejarah yang bernilai situs budaya antara lain, situs benteng dua buah yang terdiri gundukan tanah berbentuk memanjang dengan tinggi mencapai 3,5 meter dan panjang 1.200 meter. Sementara bagian luar benteng, terdapat parit atau sungai dengan kedalaman mencapai 3 sampai 5 meter.
Menurut hasil penelitian sejarah, benteng tersebut, merupakan tempat pertahanan dari serangan binatang buas dan suku lain. Selain itu, juga terdapat 13 punden kecil dan besar, terbuat dari gundukan tanah. Punden-punden ini, berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap arwah para nenek moyang terdahulu.
Pada situs batu, terdapat situs batu kandang (batu mayat), batu bertakuk (batu berlubang) batu lumpang, batu bergores dan kolam pemandian umum.
Konon menurut cerita yang beredar di masyarakat, air dari sumber kolam pemandian di percaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan menjadi awet muda.
Sebab sumber air bersih ini, sepanjang tahun tidak pernah kering, meski musim kemarau sekalipun. Di dalam kolam pemandian, terdapat batu dan gua bersejarah sepanjang puluhan kilometer tembus hingga danau wayjepara.namun sayangnya gua tersebut, tidak dapat di lihat dengan kasat mata manusia biasa.
Situs taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan aset budaya dan sejarah yang mendatangkan sumber pendapatan asli daerah yang tak kalah menarik dengan Propinsi lain di luar Lampung.
kalo gak salah, di mana ya yang sempet tercium bau menyan? :-)
BalasHapusdri bawah pohon besar itu kyknya pak...hhe
BalasHapusbbrapa artikel ditulis klau di pemndian itu ada gua yang gak bisa di lihat mata telanjang pak